top of page

Berharga Di Mata Tuhan

Baca: Mazmur 116:1-19

“Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” (Mazmur 116:15)

 

Harga seekor sapi yang hidup dan sehat, misalnya Rp.15.000.000 Namun kalau seekor sapi itu mati karena kena Penyakit Mulut Kaki (PMK) Maka harganya bisa turun drastis menjadi Rp.3.000.000. Sapi tersebut dari berharga menjadi tidak berharga. Tetapi kita ini hidup berharga di mata Tuhan dan saat kita mati pun tetap berharga di mata Tuhan. Mengapa kita disebut manusia yang berharga bagi Tuhan Allah?  Mungkin ada yang menjawab, sebab kita manusia adalah ciptaan Allah yang termulia, yang lebih mulia dari hewan dan tumbuhan. Jawaban ini, tidak salah. Namun ada yang lebih tepat, kita berharga bagi Allah,  sebab saat Allah  memanggil kita untuk percaya kepada Yesus Kristus, kita mau percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sehingga Allah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. Kita manusia yang berharga bagi Allah, karena itu, kita tidak khawatir akan hidup dan masa depan kita. Kalau seekor burung pipit dipelihara oleh Allah, terlebih lagi kita pasti dipelihara oleh Allah,  sebab kita ini anak-anak Allah.

Kita percaya, selama kita menumpang di jagad ini, Allah memelihara dan memberkati kita. Sedangkan di akhirat nanti, Allah menyelamatkan kita dan membawa kita masuk di dalam rumah-Nya, yaitu di dalam surga. Kita manusia yang berharga bagi Allah, karena itu, kita menghargai sesama manusia, baik yang sudah seiman, yaitu sesama anak Allah, juga mengasihi yang  belum seiman, supaya mereka menjadi percaya  kepada Yesus Kristus.

Kita manusia yang berharga bagi Allah,  karena itu kita percaya kalau kita mati, kita tetap berharga dan dikumpulkan di rumah Allah. DS

KITA BERHARGA DI MATA TUHAN, KARENA TUHAN MENGASIHI KITA

Jika Anda mengingingkan renungan harian silahkan chat  melalui kolom komentar, dengan mengirimkan alamat email. Kami akan membagikan renungan harian dalam bentuk softfile/pdf. 

RANGKAIAN ACARA KKR GUPDI 2020 DI 13 WILAYAH GUPDI INDONESIA & EROPA
KUNJUNGI YOUTUBE KAMI

bottom of page